Selasa, 02 Juni 2015

"LA CASA MATUSITA" legenda rumah kuning cerah di lima, peru

nih mimin mau share cerita horror. bukan karangan sendiri dapet sih, dari facebook judul fanpagenya horror ridle and horror story boleh di like, eit tapi jangan lupa juga y like fp kita dulu, golongan darah o - o'ners. aduh mimin banyak ngoming nih haha oke silakan baca lalu coment-like-share klw mau.

Ada sebuah rumah aneh, bercat warna
kuning cerah di Lima, Peru yang dulu konon
katanya terkutuk. Nama dari rumah tersebut ialah
“La Casa Matusita”, dan menurut cerita legenda
dari sekumpulan orang akan berakhir secara
mengerikan di lantai 2 dari bangunan tua tersebut.
Bertahun yang lalu ada seorang pria tua tinggal di
Rumah Kuning tersebut. Ia tinggal disana
bersama sang istri dan anak-anaknya, beserta
pembantunya, seorang pelayan dan seorang juru
masak. Pria itu salah satu menghuni lantai 2
sementara pembantu-pembantu lainnya tinggal di
lantai bawah.
Pria itu adalah orang yang sangat pemarah dan ia
memperlakukan para pembantunya dengan sangat
buruk sekali. Ia senantiasa menganiaya dan selalu
menghina mereka.
Para pembantunya dipenuhi rasa benci yang amat
sangat dalam pada pria itu dan mereka berjanji
dan bersumpah akan membalas dendam padanya
suatu hari kelak nanti. Mereka memiliki sebuah
rencana untuk mempermalukan tuan majikannya
dihadapan publik.
Suatu hari, pria tua itu mengadakan sebuah
jamuan pesta makan malam. Ketika para tamunya
telah tiba dan dipersilahkan duduk di ruang
makan, para pembantu itu memutuskan bahwa
inilah saatnya yang tepat untuk membalas
dendam.
Mereka memperoleh obat-obatan halusinogen
ilegal (LSD) dan membubuhkannya pada tiap
makanan yang akan disajikan kepada para
tamunya, termasuk juga pria itu.
Para pembantu itu lalu berjalan keluar dan secara
perlahan mengunci rapat pintu ruang makan
dibelakang mereka. Mereka semua berkumpul
didapur untuk menunggu hasil dari rencana
mereka. 15 menit kemudian telah berjalan,
mereka mendengar suara-suara marah dan suara
piring-piring yang pecah.
Lalu Mereka tertawa sambil terkekeh. Kemudian
terdengar suara teriakan-teriakan seperti
perlakuan kekerasan dan diikuti jeritan-jeritan
yang sangat mengerikan. Para pembantu itu lalu
mulai merasa cemas dan ketakutan.
Setelah suara-suara bising itu berhenti, para
pelayan rumah dan juru masak itu baru bisa
memberanikan diri untuk membuka pintu ruang
makan. Mereka lalu dihadapkan pada suatu
pemandangan yang sangat amat mengerikan
didalam sana.
Dinding beserta langit-langit rumah telah
berlumuran bercak darah. Dibawah lantai
terbaring mayat-mayat yang telah hancur beserta
bagian-bagian tubuh, berserakan seperti mata,
tangan, organ bagian dalam, dan kepala yang
terpenggal. Wajah-wajah dari para tamu itu
seperti mati dalam keadaan diliputi rasa benci dan
kengerian.
Semua para tamu dijamuan makan malam,
termasuk pria tua itu, berakhir tewas dengan cara
yang brutal, sadis dan mengenaskan. Dalam
pengaruh obat gila halusinogen tersebut, para
tamu itu saling membunuh antara satu sama
lainnya dengan cara mengerikan yang tak pernah
dapat dibayangkan.
Pemandangan yang penuh dengan kebiadaban
tersebut menyebabkan para pembantu itu
kehilangan akal mereka. karena Merasa takut akan
pembantaian akibat ulah dari mereka sendiri serta
takut akan hukuman yang akan mereka terima
nanti, para pembantu itu memutuskan untuk
mengambil nyawanya mereka sendiri, dengan cara
menggantung diri diatas langit-langit ruang
makan itu.
Sejak saat itu, Rumah Kuning di Peru
mendapatkan sebuah reputasi sebagai rumah
yang berhantu. Kebanyakan orang akan merasa
takut untuk berada di dekat tempat itu. Dikatakan
bahwa rumah itu mulai jatuh roboh sampai
beberapa tahun kemudian rumah itu akhirnya
dibeli oleh seorang dari pengembang properti.
Kemudian, sebuah keluarga dari Jepang pindah kerumah tersebut. Mereka benar-benar tidak menyadari akan sejarah dari bangunan tua itu
berikut reputasi yang mengerikan. Dimalam hari
mereka pindah kesana, sang suami mengambil
sebuah pisau dan lalu membunuh seluruh
keluarganya sebelum membunuh dirinya sendiri.
Setelah saat itu, rumah tersebut kembali dibiarkan
kosong selama bertahun-tahun kemudian hingga
sampai seorang pendeta lokal diminta untuk
melakukan proses pengusiran setan disana. Dan
Pemilik rumah itu menginginkan rumah tersebut
dibersihkan sehingga rumah itu bisa ia jual lagi.
Pendeta itu memasuki lantai satu tanpa ada
masalah namun saat ketika ia menginjakkan
langkahnya ke lantai dua ia mengalami serangan
kepanikan yang malah mengantarkannya pada
kematiannya.
Kasus lainnya yang cukup terkenal pada tahun
1960, adalah Humberto Vera Vilchez, seorang
presenter televisi mencoba untuk bertaruh
langsung ketika siaran berlangsung, bahwa ia
akan mampu tinggal sendirian selama tujuh hari
dirumah tersebut.
Dan Ia berhasil menghabiskan satu malam,
namun pada pagi harinya ia malah ditemukan
terbaring diluar di trotoar. Dia telah kehilangan
akal dan kewarasannya dan harus dikurung di
salah satu rumah sakit jiwa. Sejak saat itu tak
pernah terdengar lagi kabar tentang dirinya.
Dikatakan bahwa dari waktu ke waktu, suara
jeritan dan teriakan hantu-hantu itu masih dapat
terdengar dari luar rumah La Casa Matusita.
Beberapa orang bahkan pernah melihat sosok
penampakan hantu yang sedang mengintai lewat
jendela di lantai dua tersebut.
Kini, lantai satu dari rumah itu telah disewakan
untuk suatu kepentingan bisnis. Sementara lantai
dua tetap dibiarkan kosong tak berpenghuni dan
selalu terkunci rapat. Menurut legenda, jika
sekumpulan orang tinggal pada malam hari di
lantai dua Rumah Kuning itu,
mereka akan menjadi gila selama malam itu juga
dan akan membantai satu sama lainnya, mereka
akan mengulang kembali peristiwa kejadian
mengerikan yang sebelumnya pernah terjadi
bertahun-tahun yang lalu dirumah itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar